Bola Basket Yang Sudah Terkenal di Amerika Serikat


Terletak di @atamerica Pacific Place Jakarta, acara bincang-bincang dan acara Meet plus Greet diadakan dengan bintang-bintang NBA yang legendaris seperti Cliff Robinson, Dale Ellis, Duane Cooper, Chidozie Chukwumah, Dwayne Jones, dan Kenji Rashonn Thomas. Acara ini merupakan bagian dari kronologis tur Legenda AS di Indonesia. Rencananya adalah untuk beradu besok dengan NBL All Star di Surabaya. Acara ini diadakan oleh Kedutaan Besar Amerika di Indonesia. Duta Besar Amerika Scot Marciel termasuk hadir pada peluang ini. Dalam komentarnya, kedutaan menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang terlampau mutlak untuk butuh kerja sama di berbagai bidang, termasuk di dalam olahraga, termasuk bola basket, yang telah populer di Amerika Serikat. Program yang dipandu oleh komisaris NBL Indonesia Azrul Ananda, senantiasa hangat.

Ananda menyatakan awal pengabdiannya pada bola basket selagi berkunjung ke Dallas di Amerika Serikat. Untungnya dia tinggal dengan orang tua asuh yang mencintai basket dan pada akhirnya jatuh cinta dengan olahraga no satu di Amerika, kendati dia hanya seorang fotografer basket di sekolah menengah. Setelah kembali ke Indonesia, ia bertekad untuk mengembangkan olahraga ini di negara ini dengan mendirikan PT DBL, yang menyelenggarakan IBL dan saat ini jadi National Basket League (NBL).

Salah satu alasan untuk mengundang Legenda AS adalah untuk menghasilkan bola basket nasional, dengan kehadiran tokoh yang jadi legendaris dan mudah-mudahan jadi panutan bagi pemula dan pemain bola basket senior. Dari pola pelatihan, tipe hidup dan disiplin. Acara itu senantiasa hangat, sebagian pertanyaan diajukan oleh mereka yang adalah fans bola basket negara itu, berdasarkan bagaimana memelihara tubuh supaya senantiasa bugar demi mendapatkan penghasilan. Bayangkan Cliff Robinson, yang menggunakan 18 tahun karirnya di NBA tanpa memelihara tubuhnya dengan baik, tidak dapat bertahan lama. Acara berakhir dengan foto grup dan tanda tangan sang legendaris.

Amerika Serikat hanya memenangkan satu medali perunggu di dalam bola basket di Olimpiade Seoul pada tahun 1988. Pada selagi itu, tim Amerika penuh dengan pemain NCAA yang jadi bintang di universitas masing-masing. Sebelum 1992, hanya atlet bola basket amatir yang bisa tampil di Olimpiade. Kegagalan untuk memenangkan emas mengakibatkan Amerika Serikat membentuk tim bola basket nasional yang penuh dengan pemain yang berpartisipasi di dalam NBA. Kebijakan ini bertepatan dengan sangat mungkin pemain bola basket profesional untuk tampil di Olimpiade. Tim, yang dilatih oleh Chuck Daly, pada akhirnya memenangkan emas di Olimpiade Barcelona pada tahun 1992. Selain memenangkan emas, Dream Team termasuk nampak menyenangkan. Selama delapan pertandingan di Barcelona, ‚Äč‚ÄčAmerika Serikat senantiasa menang telak atas lawan-lawan mereka. Perbedaan poin terkecil dengan no 32 berlangsung selama final melawan Kroasia.

Amerika Serikat kemudian punya Dream Teams 2 dan 3. Tetapi Dream Team yang paling fenomenal adalah yang pertama dikarenakan penuh dengan banyak pemain legendaris yang berada di puncak karir mereka. Siapa mereka Anggota berikut dari Tim Impian 1. Pemain itu memanggil Laksamana dikarenakan ia bertugas di Angkatan Laut AS, selama seluruh karirnya hanya di klub San Antonio Spurs. Di Olimpiade, Robinson memenangkan emas pada tahun 1992 (Barcelona) dan 1996 (Atlanta). Dengan Spurs ia memenangkan dua cincin kejuaraan NBA (1999, 2003). Ewing adalah saingan Robinson di posisi tengah. Pemain kelahiran Jamaika ini bekerja dengan New York Knicks untuk selagi yang lama sebelum akan ubah ke Seattle Supersonics dan pensiun ke Orlando Magic. Ewing memenangkan medali emas Olimpiade pada tahun 1984 (Los Angeles) dan 1992.

Legenda Boston Celtics ini adalah pemain tertua di Dream Team 1. Bird memang menderita cedera punggung tapi tetap dibawa ke Barcelona. Pemain, yang populer dengan tiga angka akuratnya, memenangkan cincin kejuaraan NBA 1981, 1984 dan 1986. Pippen dinilai sebagai tidak benar satu penyerang kecil terbaik di NBA. Dia punya koleksi enam cincin juara NBA dengan Chicago Bulls. Untuk menjunjung jasanya dikala Pippen pensiun, Bulls menentukan bahwa no 33-nya tidak kembali digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *